Rabu, 05 Februari 2014

Aku bangkit Sayang..!

Ingin ku menyentuh dasar laut dan bersemayam di dasar samudra..
Bersama kenangan yang mungkin tak mampu ku uraikan satu persatu..
Dalam diam aku menghirup udara sedalam-dalamnya..
Sejauh ini, itu bekerja cukup baik untuk menenangkan pikiranku yang kacau..
Luluh lantak perasaanku saat ini, bagaikan jahitan bantal yang lepas..
Terbanglah seluruh isi, setiap bagian dari kapas-kapas yang dulu mampu membuatku nyaman..
Sandaran hatiku yang selama ini begitu hangat untuk ku tinggali, kini ia pergi..
Pergi bersama arus sungai yang mengantarkannya pada deburan ombak, dan berbaur dengan asinnya laut..
Tak terasa luka ini telah mengering, dibasuh beberapa tetesan embun di pagi buta..
Entahlah, ku rasa ini mujarab..

Seperti kerbau dan jalak..
Kerbau bisa saja tak menyadari akan hadirnya jalak dipunggungnya..
Begitu pun jalak yang entah mengerti atau tidak telah bertengger diatas seekor kerbau tua..
Mereka cukup memahami bahwa mereka saling menguntungkan satu sama lain..

Sama hal nya kita, bersama mengisi kekosongan yang sebenarnya telah dimiliki oleh orang lain..
Dengan bodohnya bertahan dengan segala keragu-raguan..
Menikmati bahumu yang menjadi tempat bersandar dan tumpuan tangisan wanita lain, bagiku tidak ada kesalahan disana..
Memang nyaman kurasa, hangat dan penuh kelembutan..
Meski sementara, takkan ku sesali..
Karna aku menyayangimu, bukan hanya sekedar memanfaatkan..
Jangan kau samakan rasa kasih sayangku dengan segala kemunafikanmu..
Aku mencinta dengan tulus, seperti embun mencintai tetesan air, begitu bening tak berdebu..
Tapi kau buat menjadi keruh seketika saat kau manfaatkan ketulusanku sebagai tempat pelampiasanmu..

Sadarkah kau bahwa disini ku kumpulkan kembali puing reruntuhan ini dengan mengais harapan?
Dan kini ku bangun lagi dinasti ku dengan puing-puing yang mungkin tak akan sekokoh dulu..
Tapi aku yakin, kerajaanku akan berdiri tegak dan kokoh jika tak ku sertakan penghianat cinta sepertimu..!

Senin, 03 Februari 2014

Proposal.. oh! Proposal

Keringat saat ini seakan membenarkan bahwa kamarku memiliki temperatur panas yang tinggi saat ini..!!
Aish, luarbiasa panas !!! Kipas angin Miyako kesayanganku bersedia menjadi penyejuk, bagaikan oase ditengah-tengah kamar (bukan gurun pasir).
Aku berusaha menenangkan diri atas apa yang telah menimpaku saat ini.. KEGALAUAN DALAM MENENTUKAN OBJEK PENELITIAN. Terang saja, sampai saat ini ke-GALAU-an ku meningkat menjadi 99,1 point !!! 
Betapa tidak, bimbingan pertama dengan dosen berjalan lumayan lancar. Tetapi tidak selancar kelihatannya. "Boleh saja mngambil penelitian ini, tetapi, apa kelebihannya? Ibu bisa saja menerima, tapi hars duduk dulu konsepnya dikepala kamu Syari, jangan hanya sekedar ingin meneliti. Pikirkan segala aspek yang nantinya akan saling berkaitan. Paham?" Bu Silvi dengan nada seperti biasa.. "iya buk, tapi saya ingin mengajukan masalah yang lain, saya rasa penelitian bla..bla...blaaa.bla.blaa.bblaaa.bla, gimana buk?" (berusaha menjelaskan dengan nada meyakinkan). "DALAMI DULU INI, JANGAN TERLALU BANYAK PILIHAN, NANTI KAMU JADI TAMBAH GALAU" lagi dan lagi Ibu Silvi menegaskan!!! (aku memasang senyum polos dan sok paham) dan menjawab :: "iia Bu".. meh, nambah galau.. ckck..

Ga to the Lau

Aku merindukan sosok bulan purnama..
purnama yang hanya muncul ketika lagit cerah..
tak selalu kudapatkan cahayamu..
engkau selalu bersembunyi dibalik awan..
awan yang tak mengerti betapa aku merinduimu..

wahai purnama..
hadirlah disetiap malam dalam hidupku..
tak sanggup ku tepiskan perasaan ini
kala sinar temaram tak lagi ada..

tak bisa kah,
jika aku mengharap cahaya mu?
meski hanya temaram,
akan usir kesepian direlung jiwaku..

terowongan alam sadarku berkata..
mungkinkah?
akan kembali terulang masa lama?
dimana begitu banyak bait cerita yang kau ungkap?

bukankah dalam diam cinta akan satkan kita?

wahai purnama,
aku merinduimu..
saat tak ada lagi hingarbingar..
aku merinduimu..